Pemkot Solo menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi minyak goreng langka dan harga naik saat momentum Ramadan dan Lebaran.
Teknis pendistribusian minyak goreng supaya tidak langka di pasaran Solo saat Ramadan dan Lebaran nanti, kata Heru, masih perlu didiskusikan dengan perusahaan terkait. Hal itu agar benar-benar bisa dijangkau masyarakat yang membutuhkan.“Kemungkinan nanti ratusan ribu liter minyak goreng tersebut akan diedarkan ke sejumlah pedagang. Tentunya, akan dijual dengan harga sesuai HET [harga eceran tertinggi],” ujarnya.
Jika hal tersebut benar-benar terlaksana dengan baik, Heru yakin masyarakat Kota Solo tidak akan lagi kesulitan mendapatkan minyak goreng. Harganya juga akan stabil sesuai HET yang ditetapkan pemerintah.“Karena minyak yang akan didistribusikan juga cukup banyak. Mencapai 350.000 liter. Saya yakin mampu untuk mencegah terjadinya minyak goreng langka di Solo,” tuturnya.
Sebelumnya, Arim, salah seorang pedagang gorengan di Pasar Gede Solo mengeluhkan sulitnya mencari minyak goreng. Jika pun ada jumlahnya terbatas. Persyaratan untuk mendapatkannya juga sulit.“Kalau memang ada pengiriman minyak dari pemerintah ke pedagang-pedagang, malah enak. Kami tidak kerepotan mendapatkan minyak goreng,” ungkapnya saat ditemui