Tingginya angka inflasi memaksa The Fed menjalankan kebijakan moneter ekstrem yang memicu resesi ekonomi. Kurs rupiah bakal meluncur ke titik rendah. MajalahTempo
PROYEKSI suram datang dari Ketua The Federal Reserve Jerome Powell. Seusai pengumuman kenaikan suku bunga, Rabu, 2 November lalu, wartawan bertanya: apakah
mampu mengendalikan ekonomi Amerika Serikat melambat pelan-pelan seraya menjinakkan inflasi tapi tidak sampai terempas ke dalam resesi? Powell menjawab dengan gamblang: masih mungkin, tapi peluangnya makin sempit.Kuota Artikel Gratis Anda Sudah HabisPAKET TERPOPULER
Deutschland Neuesten Nachrichten, Deutschland Schlagzeilen
Similar News:Sie können auch ähnliche Nachrichten wie diese lesen, die wir aus anderen Nachrichtenquellen gesammelt haben.
Nilai Tukar Petani Naik, SPI: Masih Terbebani Tingginya Biaya Produksi dan ModalSerikat Petani Indonesia (SPI) menyatakan meski nilai tukar petani (NTP) meningkat hingga 0,42 persen menjadi 107,27, petani masih belum merasa sejahtera.
Weiterlesen »
Kurs Rupiah Berpotensi Tembus Rp 16.000 Akhir TahunEkonom dan Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira memproyeksi laju kurs rupiah berpotensi melemah hingga Rp 16.000 dalam waktu dekat.
Weiterlesen »
Kurs Rupiah Melemah, Pengusaha Masih Tahan Kenaikan HargaPelemahan nilai tukar rupiah membuat impor bahan baku semakin mahal, tetapi pelaku usaha masih menahan kenaikan harga jual untuk menjaga daya beli.
Weiterlesen »
The Fed Kerek Lagi Suku Bunga, Opsi Borong Dolar AS?Fenomena Super Dollar berpotensi terus berlanjut, terlepas dari posisi dolar AS yang di sepanjang 2022 banyak menguat terhadap mata uang negara lain.
Weiterlesen »
Suku Bunga The Fed Naik, Menko Airlangga Ungkap Dampaknya Bagi IndonesiaThe Fed resmi menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 bps menjadi 3,57 hingga 4 persen. Lantas sejauh apa dampaknya bagi Indonesia?
Weiterlesen »