Bukan Hanya Kesehatan Fisik, Waspada Gangguan Mental Akibat Pandemi Covid-19 TempoGaya
TEMPO.CO, Jakarta - Kematian satu keluarga di Kalideres, memunculkan banyak dugaan penyebabnya. Dalam sebuah talkshow, ahli psikologi forensik Reza Indragiri mengingatkan pula dampak pandemi Covid-19 bukan hanya pada kesehatan fisik, tapi harus diwaspadai pula efek gangguan mental yang bisa ditimbulkannya.Sepanjang pandemi Covid-19, pakar kesehatan masyarakat telah memperingatkan kondisi medis tertentu dapat meningkatkan risiko Anda untuk sakit parah dan meninggal akibat Covid-19.
Melansir dari healthline, sebuah studi menemukan sekitar 15 lebih kasus depresi per 1000 orang dalam kelompok pemulihan Covid-19, dan mereka lebih mungkin mengalami masalah tidur dan tingkat penyalahgunaan alkohol dan narkoba yang lebih tinggi. Orang yang pulih juga menunjukkan peningkatan pikiran untuk bunuh diri hampir 50 persen dibandingkan dengan mereka yang tidak terkena Covid-19.Bersamaan dengan hal itu, Psikiater Dr.
Deutschland Neuesten Nachrichten, Deutschland Schlagzeilen
Similar News:Sie können auch ähnliche Nachrichten wie diese lesen, die wir aus anderen Nachrichtenquellen gesammelt haben.
Update Covid-19: Naik, Kasus Positif Covid-19 Tercatat 8.486Update Covid-19 pada hari ini, Rabu (16/11/2022), kasus konfirmasi tercatat kembali naik dan menembus angka 8.000-an tepatnya 8.486.
Weiterlesen »
Kasus Covid-19 di Blora Moroket, Dinas Kesehatan Minta Warga Taat ProkesDinas Kesehatan Kabupaten Blora, Jawa Tengah mencatat jumlah kasus aktif Covid-19 di daerah itu sampai, Selasa (15/11/2022) masih ada 22 orang pasien.
Weiterlesen »
Australia Tak Beri Rekomendasi Vaksin Kelima, Ungkap Dampak terhadap Covid-19 - Pikiran-Rakyat.comTak beri rekomendasi, otoritas kesehatan Australia ungkap dampak dosis vaksin kelima terhadap Covid-19.
Weiterlesen »
Anda Curiga Terkena Covid-19? Dokter Sarankan untuk Segera Swab PCR |Republika OnlineHanya dengan swab PCR bisa memastikan apakah seseorang terpapar Covid-19
Weiterlesen »
Gula Darah Tinggi bukan Hanya karena Konsumsi Makanan BergulaDiabetes tidak hanya menyerang orang berusia di atas 40 tahun, tetapi bisa terjadi pada orang usia 25-30 tahun.
Weiterlesen »