China Kontrol Penyebaran Berita tentang Konflik di Ukraina

Deutschland Nachrichten Nachrichten

China Kontrol Penyebaran Berita tentang Konflik di Ukraina
Deutschland Neuesten Nachrichten,Deutschland Schlagzeilen
  • 📰 voaindonesia
  • ⏱ Reading Time:
  • 46 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 22%
  • Publisher: 63%

Radio Free Asia melaporkan sejak hari pertama invasi Rusia ke Ukraina, media masa di dalam negeri China diperintahkan untuk tidak meliput berita yang tidak bagi menguntungkan Rusia.

Sebuah video berdurasi satu menit yang menampilkan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, yang mendesak perdamaian di Ukraina telah meraih 19.100 likes atau tanda suka di media sosial WeChat.

Dalam video itu, Hua menyampaikan, “Kalau Anda lihat dua orang bertengkar dan akan berkelahi, apakah Anda memberi mereka senjata, atau membantu mereka dahulu menyelesaikan masalahnya serta mengkaji apa yang terjadi sebelumnya? Saya kira konsep itu sangat sederhana.”Pernyataan Hua itu berasal dari sebuah konferensi pers kementerian itu pada minggu lalu setelah pasukan Rusia masuk ke Ukraina pada 24 Februari.

Komentar dari sang juru bicara itu dan bagaimana pesannya kini menyebar cepat ke media sosial dari media tradisional, juga terjadi pada berita-berita terkait Ukraina dan bagaimana berita itu meluas di China selama 10 hari terakhir, kata para analis. Media masa yang dioperasikan negara dan media sosial yang dipantau negara membatasi liputan perang sebagai bagian dari usaha China menjaga perdamaian, dan mendukung hak Rusia untuk mempertahankan kepentingannya, demikian menurut para pengamat.

Wir haben diese Nachrichten zusammengefasst, damit Sie sie schnell lesen können. Wenn Sie sich für die Nachrichten interessieren, können Sie den vollständigen Text hier lesen. Weiterlesen:

voaindonesia /  🏆 15. in İD

Deutschland Neuesten Nachrichten, Deutschland Schlagzeilen

Similar News:Sie können auch ähnliche Nachrichten wie diese lesen, die wir aus anderen Nachrichtenquellen gesammelt haben.

Australia desak China ikut menentang invasi Rusia di UkrainaAustralia desak China ikut menentang invasi Rusia di UkrainaPM Australia mengatakan China harus bertindak sejalan dengan pernyataannya tentang perdamaian dunia dan bergabung dengan upaya global untuk hentikan invasi Rusia di Ukraina.
Weiterlesen »

Australia Kembali Desak China Kecam Serangan Rusia ke Ukraina |Republika OnlineAustralia Kembali Desak China Kecam Serangan Rusia ke Ukraina |Republika OnlineBeijing dapat memiliki peran signifikan dalam menghentikan perang antara kedua negara
Weiterlesen »

Australia Kecewa China 'Diam' Soal Rusia di Ukraina, Takut Pertumpahan Darah Berlanjut - Pikiran-Rakyat.comAustralia Kecewa China 'Diam' Soal Rusia di Ukraina, Takut Pertumpahan Darah Berlanjut - Pikiran-Rakyat.comAustralia mengkhawatirkan pertumpahan darah semakin tak terhentikan apabila China terus membiarkan Rusia seenaknya pada Ukraina.
Weiterlesen »

Perang Rusia vs Ukraina: China Bakal Sulit Capai Target PDB 5,5 Persen | Ekonomi - Bisnis.comPerang Rusia vs Ukraina: China Bakal Sulit Capai Target PDB 5,5 Persen | Ekonomi - Bisnis.comUntuk dunia, pertumbuhan target PDB China hingga 5,5 persen tidak akan cukup untuk mengimbangi hambatan perang Rusia vs Ukraina.
Weiterlesen »

China Sebut Rusia Mitra Strategis Meski Moskow Serang UkrainaChina Sebut Rusia Mitra Strategis Meski Moskow Serang UkrainaMenteri Luar Negeri China, Senin (7/3), menyebut Rusia sebagai “mitra strategis paling penting'', di tengah penolakan Beijing terus-menerus untuk mengutuk invasi Moskow ke Ukraina. Wang Yi mengatakan hubungan dengan Moskow merupakan “salah satu hubungan bilateral paling penting di dunia”....
Weiterlesen »

China Sebut Rusia Mitra Strategis Paling Penting Walau Serbu Ukraina, Apakah Ini Pertanda?China Sebut Rusia Mitra Strategis Paling Penting Walau Serbu Ukraina, Apakah Ini Pertanda?Menlu China Wang Yi Senin, (7/3/2022) menyebut Rusia sebagai mitra strategis paling penting, saat Beijing terus menolak mengutuk invasi ke Ukraina
Weiterlesen »



Render Time: 2025-04-06 05:16:42