Kerumunan orang menimbulkan potensi penularan Covid-19 lebih besar.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Epidemiolog dari Universitas Diponegoro, Ari Udiyono, menilai rencana menjadikan vaksin dosis ketiga atau booster menjadi syarat perjalanan mudik kurang tepat. Menurutnya, menjelang Ramadhan dan mudik Lebaran, pemerintah harus menggenapkan cakupan vaksin dasar dua dosis.
Baca Juga "Karena, dengan melengkapi vaksin dasar untuk Covid, setidaknya tubuh sudah diperkenalkan dengan antigen covid," sambungnya. "Kemudian juga booster bahkan nanti booster itu kita ingin jadikan sebagai syarat kalau nanti orang mau mudik," kata Wapres di sela kunjungan kerjanya ke Pesantren al-Ittifaq, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Selasa .
Deutschland Neuesten Nachrichten, Deutschland Schlagzeilen
Similar News:Sie können auch ähnliche Nachrichten wie diese lesen, die wir aus anderen Nachrichtenquellen gesammelt haben.
Kasus COVID-19 di Korsel dan China Melonjak, Ini Pesan Epidemiolog untuk RIBukan tidak mungkin RI mengalami lonjakan kasus COVID-19 lagi nanti. Maka dari itu situasi global ini harus dijadikan pelajaran bagi RI dalam membuat dasar mitigasi.
Weiterlesen »
Epidemiolog Wanti-wanti COVID-19 RI Naik Lagi Gegara 'Omicron Siluman'Epidemiolog Dicky Budiman mengingatkan subvarian Omicron BA.2 bisa picu lonjakan kasus kematian COVID-19 di RI, terutama di kalangan kelompok rentan dan lansia.
Weiterlesen »
Atasi Pandemi Covid-19, Rumkital Marinir Bersama GDDPI Vaksinasi 3.000 OrangTenaga Kesehatan Korps Marinir dari Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid 19 yang diprakarsai...
Weiterlesen »
Dulu Dinyanyikan Joshua Suherman, Jamrud Rilis MV 'EA EO' Ambil Tema Pandemi Covid-19Jamrud merilis music video terbaru lewat akun YouTube pribadinya pada Senin (21/3). Lagu ini punya pesan positif agar tetap bertahan dalam situasi pandemi Covid-19.
Weiterlesen »
UPDATE: Kasus Harian Covid-19 Capai 4.699Penambahan tersebut menyebabkan total kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai 5.967.182 terhitung sejak kasus pertama diumumkan.
Weiterlesen »