Perajin tembaga di Dusun Tumang, Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah kebanjiran pesanan ornamen masjid menjelang Ramadan 2022.
Gempa Nias Selatan dan Menengok Tsunami 1797
Perajin tembaga Tumang mendapatkan pesanan dari berbagai daerah, salah satunya dari Aceh. Hal tersebut diungkapkan salah satu perajin tembaga, Sidik Murdowo, 50, saat dijumpai wartawan di tempat usahanya Senin . Ia mengungkapkan beberapa orang dari luar daerah memesan replika pintu dan lampu Nabawi, serta kubah. “Ada pesanan lima pintu itu dari Magetan, Jawa Timur. Kemudian ada lampu diameter enam meter ke Tuban, Jawa Timur. Kemudian lampu yang diameter 2 meter insya Allah akan dikirim ke Aceh,” jelas Sidik.Sidik mengungkapkan harga yang dibanderol untuk lampu replika Nabawi dengan diameter enam meter Rp96 juta. “Untuk tenaga kerjanya yang di dalam ada sembilang orang dan di luar dibantu dua orang.
Walau kini banjir pesanan, Sidik mengaku usahanya terdampak pandemi Covid-19. Ia mengaku hanya dapat bertahan saat pandemi. “Saya sebagai perajin punya tanggungan karyawan. Kalau dibilang enggak ada tapi kok ada. Jadi kami ya tetap eksis saja, bertahan. Pas pandemi, otomatis masalah perputaran uang agak sulit. Maksudnya ada sih pesenan tapi pembayarannya seret. Harusnya sudah bayar tenaga kerja dan bahan baku, tapi di sana belum 100 persen,” jelas Sidik.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan kriya logam di Tumang sudah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi pada 2021. “Harapan kami dengan ditetapkannya sebagai WBTB maka dapat memberikan proteksi kepada genetika di Desa Cepogo, khususnya Tumang. Ketika mau dikerjakan di manapun itu tetap membawa nama Tumang.”