Jenderal Tertinggi AS: 150 Juta Orang Dibantai dalam Perang Dunia I dan II, Jangan Lagi

Deutschland Nachrichten Nachrichten

Jenderal Tertinggi AS: 150 Juta Orang Dibantai dalam Perang Dunia I dan II, Jangan Lagi
Deutschland Neuesten Nachrichten,Deutschland Schlagzeilen
  • 📰 SINDOnews
  • ⏱ Reading Time:
  • 47 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 22%
  • Publisher: 51%

“Dari tahun 1914, awal Perang Dunia I hingga 1945, akhir Perang Dunia II...150 juta orang dibantai...Kami tidak ingin itu terjadi lagi,”

Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Mark Milley, minta pasukan AS di Eropa bertekad mencegah perang kekuatan besar di tengah invasi Rusia ke Ukraina. Foto/REUTERS- Jenderal Tertinggi Amerika Serikat Mark Milley meminta pasukan Amerika yang ditempatkan di Eropa untuk bertekad mencegah"perang kekuatan besar". Seruan ini muncul di tengah invasi Rusia ke Ukraina.

Jenderal Milley, yang menjabat sebagai Ketua Kepala Staf Gabungan AS, sedang melakukan tur ke Eropa untuk menunjukkan tekad Washington untuk mempertahankan sisi timur NATO dalam menghadapi agresi Rusia. Sekutu, yang dipelopori oleh AS, telah mengerahkan ribuan tentara ke negara-negara yang lebih dekat dengan Rusia saat pertempuran berkecamuk di Ukraina yang bukan anggota NATO.

“Kami perlu memastikan bahwa kami merespons dengan cepat, untuk menunjukkan kekuatan dan tekad kami, dukungan kami untuk Aliansi [NATO] untuk mencegah agresi lebih lanjut oleh Rusia dan untuk mencegah perang kekuatan besar,” kata Milley kepada tentara AS yang ditempatkan di pangkalan udara dekat Constanta di Rumania selatan. katanya.

Sebanyak 2.500 tentara AS telah ditempatkan di tiga negara Baltik yaitu Lithuania, Latvia dan Estonia, 10.000 di Polandia, 2.400 di Rumania, 1.500 di Slovakia, 350 di Bulgaria dan 200 di Hongaria.

Wir haben diese Nachrichten zusammengefasst, damit Sie sie schnell lesen können. Wenn Sie sich für die Nachrichten interessieren, können Sie den vollständigen Text hier lesen. Weiterlesen:

SINDOnews /  🏆 40. in İD

Deutschland Neuesten Nachrichten, Deutschland Schlagzeilen



Render Time: 2025-04-04 07:46:32