Muncul Lagi Subvarian Omicron BA.2.75 atau Centaurus, Sudah Terdeteksi di 10 Negara
- Ahli virologi khawatir subvarian omicron baru yakni BA.2.75 atau yang dijuluki 'Centaurus' lebih menular.Kasusnya meningkat tajam dan tampaknya penularannya lebih cepat daripada varian BA.5 yang juga dikenal sangat menular.
BA.2.75 juga telah terdeteksi di sekitar 10 negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, Jerman, dan Kanada. Organisasi Kesehatan Dunia , juga memantau dengan cermat varian baru ini, meskipun kepala ilmuwannya, Dr Soumya Swaminathan, mengatakan belum ada cukup sampel untuk menilai tingkat keparahannya.
Deutschland Neuesten Nachrichten, Deutschland Schlagzeilen
Similar News:Sie können auch ähnliche Nachrichten wie diese lesen, die wir aus anderen Nachrichtenquellen gesammelt haben.
Muncul Anak BA.2 Omicron, Imuwan Cermati Subvarian Baru BA.2.75Muncul Anak BA.2 Omicron, Imuwan Cermati Subvarian Baru BA.2.75: Usai BA.4 dan BA.5 kini kembali muncul subvarian baru dari Omicron yang disebut BA.2.75.
Weiterlesen »
Sudinkes Jakarta Timur Sebut Omicron Varian BA.5 Lebih BerbahayaKepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Nikensari Koesrindartia menjelaskan virus Covid-19 varian Omicron jenis baru lebih memberikan ancaman dari subvarian...
Weiterlesen »
Dokter Ini Rasakan Gejala Aneh Omicron BA.5, Mirip MeningitisSeorang pasien yang terinfeksi Covid-19 subvarian Omicron BA.5 yang kebetulan seorang dokter mengatakan dia mengalami gejala yang tidak biasa.
Weiterlesen »
Mutasi COVID-19 Meluas Kini Muncul Omicron BA.2.75, Bahayakah?Belum reda mutasi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang membuat kasus COVID-19 melonjak, kini muncul kembali varian Omicron BA.2.75.
Weiterlesen »
COVID-19 Harian RI Turun di Bawah 2 Ribu, Puncak BA.4-BA.5 Terlewati?Berbagai prediksi menyebut gelombang COVID-19 akibat subvarian BA.4 dan BA.5 akan tercapai pertengahan hingga akhir Juli. Tapi kok kayak sudah agak melandai?
Weiterlesen »
Puncak Gelombang BA 4 dan BA 5 Diprediksi Pekan Depan, Ini Kata Kemenkes | Kabar24 - Bisnis.comKementerian Kesehatan masih melakukan pemantauan terhadap perkiraan puncak gelombang Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 hingga akhir Juli 2022 mendatang
Weiterlesen »