Ancaman perang baru di Eropa antara Serbia dan Kosovo telah 'memaksa' NATO untuk buka suara.
Namun, Mayor Jenderal Angelo Michele Ristuccia, pemimpin penjaga perdamaian KFOR NATO, menegaskan pasukannya masih dalam posisi untuk mengendalikan situasi.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh NATO, jenderal Italia itu tidak secara langsung menjawab permintaan Serbia, yang disampaikan pada Jumat di perbatasan Kosovo."Kami mengharapkan semua aktor untuk berkoordinasi erat dengan KFOR dan menahan diri dari unjuk kekuatan yang provokatif, untuk memastikan keselamatan dan keamanan semua komunitas," tuturnya, dikutip
Deutschland Neuesten Nachrichten, Deutschland Schlagzeilen
Similar News:Sie können auch ähnliche Nachrichten wie diese lesen, die wir aus anderen Nachrichtenquellen gesammelt haben.
Uni Eropa dan NATO Segera Keluarkan Deklarasi Bersama Tentang UkrainaDi dalam draf deklarasi Uni Eropa dan NATO terdapat dokumen yang telah dikerjakan selama lebih dari setahun terakhir.
Weiterlesen »
Siaga Perang Baru di Eropa, Negara Ini Minta 'Restu' NATOSituasi di Eropa kian memanas. Tak hanya konflik antara Rusia dan Ukraina, ancaman perang baru juga datang dari Serbia dan Kosovo.
Weiterlesen »
Singgung Hilirisasi, Jokowi Harap Uni Eropa Dukung Hak Negara Berkembang untuk Maju |Republika OnlineJokowi menekankan bahwa Indonesia akan terus melakukan hilirisasi industri.
Weiterlesen »
Jokowi Kembali ke Indonesia usai Hadiri KTT ASEAN-Uni Eropa | merdeka.comJokowi terbang menggunakan Pesawat Garuda Indonesia GIA-1 dan lepas landas sekitar pukul 22.30 Waktu Setempat.
Weiterlesen »
Menko Airlangga Bertemu EVP Eropa Bahas Penyelesaian IEU CEPAMenko Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Executive Vice President of the European Commission Mr. Valdis Dombrovskis.
Weiterlesen »