Berikut penjelasan dampak kenaikan suku bunga acuan terhadap suku bunga KPR.
Bagikan A- A+ Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia resmi menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin guna menekan ekspektasi inflasi. Sebelumnya Rapat Dewan Gubernur BI telah mengerek BI-7 Day Reverse Repo Date sebesar 75 bps pada dua bulan terakhir.
Secara garis besar, perubahan suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia tak lain akan bersandar pada kondisi perekonimian dalam negeri hingga global. Penetapan suku bunga menjadi hal yang krusial dalam menentukan kelangsungan kesehatan perekonomian suatu negara dari jurang inflasi. Karenannya, bank harus segera mengambil stir untuk menaikkan suku bunga guna mengontrol laju tersebut. Asumsinya, apabila suku bunga naik maka masyarakat akan jauh lebih banyak melakukan deposit uang di bank sehingga peredaran uang bisa ditekan dan mampu mengendalikan kemungkinan inflasi kian merangkak naik.
3. Menjaga kinerja bankSuku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia juga merupakan bentuk upaya pengawasan Bank Indonesia dalam menjaga perekonomian negara. 2. Melahirkan kemungkinan resesiMengingat suku bunga yang naik, hal tersebut jelas akan berdampak pada biaya pinjaman yang meningkat dan akan membawa sebuah negara bergulir ke jurang resesi. Sebagai contoh, pada tahun 1980 dan 1981, inflasi Amerika berada pada 14 persen dan The Fed memutuskan menaikkan suku bunga menjadi 19 persen pada kala itu. Keputusan tersebut menyebabkan resesi, namun hal itu bisa menggerus inflasi spiral yang kala itu melanda.