Penurunan Angka Kematian Akibat Covid-19 Belum Dapat Diprediksi

Deutschland Nachrichten Nachrichten

Penurunan Angka Kematian Akibat Covid-19 Belum Dapat Diprediksi
Deutschland Neuesten Nachrichten,Deutschland Schlagzeilen
  • 📰 Beritasatu
  • ⏱ Reading Time:
  • 53 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 25%
  • Publisher: 59%

Siti Nadia Tarmizi mengatakan penurunan angka kematian akibat Covid-19 belum dapat diprediksi. Baca selengkapnya 👇 Covid19

“Kita monitor terus ya,” ujar Nadia saat dihubungiNadia mengatakan angka kematian akibat Covid-19 ini didominasi oleh kelompok rentan dan kalangan lanjut usia . Kelompok ini menjadi prioritas untuk vaksinasi Covid-19. “Alasannya karena risiko keparahan dan kematian yang lebih tinggi pada kelompok tersebut sebagai akibat penularan Covid-19,” ujarnya.Nadia mengatakan data nasional menunjukkan lansia dengan Covid-19 memiliki risiko 3,5 kali lipat meninggal dibandingkan dengan yang bukan lansia.

Selanjutnya, berdasarkan data kumulatif Kemenkes dari 21 Januari-6 Maret 2022, ada 70% dari 8.239 pasien Covid-19 yang meninggal di rumah sakit adalah belum mendapatkan vaksinasi dosis lengkap. Ada 56% di antaranya adalah lansia dan 51% adalah mereka yang memiliki komorbid. Komorbid yang paling banyak adalah diabetes melitus atau kencing manis.Sementara itu, data kumulatif efek perlindungan vaksinasi dibandingkan dengan pasien yang belum divaksin, maka dengan 3 dosis vaksin akan mengurangi risiko kematian sebanyak 86%. Kemudian, dengan 2 dosis vaksin mengurangi risiko kematian sampai 60%, tetapi jika hanya mendapatkan satu dosis vaksinasi, maka risiko kematian hanya berkurang 29%.

Hingga 7 Maret 2022, Nadia menyebutkan cakupan vaksinasi nasional sudah cukup tinggi, yakni vaksinasi dosis satu sudah diberikan sebanyak lebih dari 192 juta dosis atau 92,28% dan dosis kedua sudah diberikan sebanyak lebih dari 148 juta atau 71,29% dari target vaksinasi nasional sebanyak 208 juta orang.sudah diberikan kepada 12 juta dosis atau 6,13%.

Wir haben diese Nachrichten zusammengefasst, damit Sie sie schnell lesen können. Wenn Sie sich für die Nachrichten interessieren, können Sie den vollständigen Text hier lesen. Weiterlesen:

Beritasatu /  🏆 26. in İD

Deutschland Neuesten Nachrichten, Deutschland Schlagzeilen

Similar News:Sie können auch ähnliche Nachrichten wie diese lesen, die wir aus anderen Nachrichtenquellen gesammelt haben.

PPDN Tak Perlu Tes Covid-19 Lagi, Bagaimana Jika Angka Kasus Covid-19 Kembali Naik?PPDN Tak Perlu Tes Covid-19 Lagi, Bagaimana Jika Angka Kasus Covid-19 Kembali Naik?PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid tes antigen.
Weiterlesen »

Satgas Catat Tren Penurunan Kasus Covid-19, tapi Angka Kematian MeningkatSatgas Catat Tren Penurunan Kasus Covid-19, tapi Angka Kematian MeningkatWiku Adisasmito mengatakan dalam sepekan terakhir terjadi tren penurunan kasus Covid-19 di Indonesia hingga 50 persen. TempoNasional
Weiterlesen »

12 Juta Anak Usia 6-11 Tahun Sudah Divaksin Covid-1912 Juta Anak Usia 6-11 Tahun Sudah Divaksin Covid-19Jumlah itu setara dengan 45,7% dari target 26,4 juta anak usia 6-11 tahun yang divaksin covid-19. Pemerintah terus mempercepat vaksinasi pada anak.
Weiterlesen »

5.637 Hoaks Seputar Covid-19 Beredar di Medsos, Simak Rinciannya5.637 Hoaks Seputar Covid-19 Beredar di Medsos, Simak RinciannyaSebaran hoaks seputar Covid-19 di media sosial sebanyak 5.637 dengan temunan hoaks sebanyak 2.140
Weiterlesen »

Dinkes Tasikmalaya: Kasus Baru Covid-19 Masih Tinggi |Republika OnlineDinkes Tasikmalaya: Kasus Baru Covid-19 Masih Tinggi |Republika OnlineTercatat laporan kasus per hari ini sebanyak 170 orang.
Weiterlesen »

UPDATE 8 Maret: Bertambah 3.569, Jumlah Kasus Covid-19 di Jakarta Jadi 1.188.931UPDATE 8 Maret: Bertambah 3.569, Jumlah Kasus Covid-19 di Jakarta Jadi 1.188.931Sementara itu, jumlah kasus aktif di Jakarta hari ini menurun 668, sehingga total ada 28.064 pasien dirawat atau isolasi mandiri.
Weiterlesen »



Render Time: 2025-04-04 06:08:45