Jazilul mengaku pihaknya mengusulkan amendemen UUD 1945 untuk penundaan pemilu.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa , Jazilul Fawaid mengeklaim, penundaan Pemilu 2024 untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di masyarakat. Menurutnya, usulan tersebut bukan merupakan kepentingan anggota DPR atau kelompok tertentu.
Baca Juga Penundaan Pemilu 2024, kata Jazilul, tak bisa diatur lewat revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Karenanya, pihaknya mengusulkan untuk mengamandemen Undang-Undang Dasar 1945. "Konstitusi kita mengamanatkan dalam pasal perubahan bahwa kita bisa amendemen, tetapi ketika amendemen mutlak dibutuhkan kehendak rakyat. Kalau tidak ada kehendak kuat, itu tidak mungkin dilaksanakan oleh parpol," ujar Jazilul.
"MPR atau DPR sebagai cerminan kehendak rakyat, PKB ada di situ. Tentu kalau setidaknya wacana ini mendapatkan dukungan dari rakyat secara luas dan kuat, jadi cukup alasan bagi fraksi di MPR untuk kemudian melakukan jalan amendemen," ujar Jazilul.
Deutschland Neuesten Nachrichten, Deutschland Schlagzeilen
Similar News:Sie können auch ähnliche Nachrichten wie diese lesen, die wir aus anderen Nachrichtenquellen gesammelt haben.
PKB: Jangan Mendewakan Demokrasi |Republika OnlinePKB sebut akan terus menggulirkan isu penundaan pemilu yang diklaim didukung rakyat.
Weiterlesen »
Fraksi PKB Sebut Kemungkinan Parpol Lain Akan Setuju, Apabila Wacana Penundaan Pemilu Terus BergulirLewat diskusi di Fraksi PKB MPR, Wakil Ketua MPR Fraksi PKB Jazilul Fawaid mengklaim penundaan pemilu hanya bisa terjadi jika mendapatkan dukungan kuat dari rakyat.
Weiterlesen »
Puan Sebut DPR dan Pemerintah Sepakat Pemilu Digelar 2024Ketua DPR RI Puan Maharani sampaikan sikap DPR RI terkait ribut-ribut wacana penundaan Pemilu 2024.
Weiterlesen »
Hasto Kritik Luhut: Seharusnya Gunakan Big Data untuk Masalah Kerakyatan, bukan Penundaan PemiluTanggapan PDIP soal big data terkait penundaan pemilu.
Weiterlesen »
Surat untuk MegawatiIbu Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP, yang kami hormati. Izinkan kami menulis surat ini sebagai ungkapan rasa prihatin atas perkembangan politik di Tanah Air. Editorial EditorialTempo
Weiterlesen »