Rusia Minta Israel Tidak Halangi Transfer Peralatan Militer dari Suriah ke Ukraina |Republika Online

Deutschland Nachrichten Nachrichten

Rusia Minta Israel Tidak Halangi Transfer Peralatan Militer dari Suriah ke Ukraina |Republika Online
Deutschland Neuesten Nachrichten,Deutschland Schlagzeilen
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 59 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 27%
  • Publisher: 63%

Salah satu yang ditransfer adalah sistem pertahanan udara S-300 Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Rusia dilaporkan telah meminta Israel untuk tidak menghalangi transfer peralatan militer dari Suriah ke Ukraina. Menurut penyiar publik Israel, Kan, seorang pejabat Israel yang berbicara dengan syarat anonim menginformasikan bahwa, pejabat Rusia dan Israel telah mengadakan negosiasi mengenai penarikan peralatan militer Moskow yang terus berlanjut dari Suriah dan transfer peralatan untuk operasinya di Ukraina.

Sejak militer Rusia melancarkan invasi ke Ukraina, Kremlin menarik beberapa senjata, peralatan, dan pasukannya dari Suriah, serta memindahkan mereka ke Ukraina. Kebutuhan pergeseran peralatan yang diperlukan tumbuh dalam beberapa bulan terakhir, karena pasukan Ukraina telah memenangkan kembali sebagian besar wilayah mereka dan perlawanan mereka telah menghadirkan tantangan tak terduga bagi Rusia.

Baca Juga Dilaporkan Middle East Monitor, Senin , salah satu peralatan militer yang ditransfer adalah sistem pertahanan udara S-300 Rusia yang canggih. Sistem pertahanan udara ini telah menjadi gangguan signifikan terhadap serangan udara Israel terhadap Iran di Suriah. Israel menolak untuk mengirimkan senjata ke Ukraina. Namun menyusul pengungkapan bahwa Iran telah memberi Rusia peralatan militer seperti drone bersenjata, Tel Aviv dilaporkan telah mempertimbangkan kembali posisinya.

Moskow khawatir bahwa, kekhawatiran Tel Aviv atas pasokan drone dan rudal Iran dapat menghalangi pemindahan peralatan militer dari Suriah. Mantan Presiden Dmitry Medvedev mengatakan, bantuan senjata ke Ukraina akan menghancurkan semua hubungan diplomatik.

Wir haben diese Nachrichten zusammengefasst, damit Sie sie schnell lesen können. Wenn Sie sich für die Nachrichten interessieren, können Sie den vollständigen Text hier lesen. Weiterlesen:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Deutschland Neuesten Nachrichten, Deutschland Schlagzeilen

Similar News:Sie können auch ähnliche Nachrichten wie diese lesen, die wir aus anderen Nachrichtenquellen gesammelt haben.

Update Baru Rusia-Ukraina, Putin Bawa Perang ke Level BarbarUpdate Baru Rusia-Ukraina, Putin Bawa Perang ke Level BarbarPresiden Rusia Vladimir Putin disebut membawa perang Rusia dan Ukraina ke level barbar.
Weiterlesen »

Anak Yatim Piatu Ukraina Diselamatkan Agar Tidak Diambil Rusia |Republika OnlineAnak Yatim Piatu Ukraina Diselamatkan Agar Tidak Diambil Rusia |Republika OnlineRusia mencoba memberikan ribuan anak Ukraina kepada keluarga Rusia untuk diasuh.
Weiterlesen »

1.500 Bibit Cabai dan 300 Kantong Pupuk Diserbu Pengunjung CFD Boyolali1.500 Bibit Cabai dan 300 Kantong Pupuk Diserbu Pengunjung CFD BoyolaliPara pengunjung CFD menyerbu stan pembagian bibit cabai dan pupuk organik dengan membawa sejumlah sampah untuk ditukarkan.
Weiterlesen »

Angka HIV/AIDS di Banten Naik, 2 Tahun Terakhir Tambah 300-an Kasus BaruAngka HIV/AIDS di Banten Naik, 2 Tahun Terakhir Tambah 300-an Kasus BaruOrang dengan HIV/AIDS di Provinsi Banten, mengalami peningkatan dalam kurun dua tahun terakhir.
Weiterlesen »

1000 Pertandingan, 789 Gol, 300-an Assist, Lionel Messi - Bola.net1000 Pertandingan, 789 Gol, 300-an Assist, Lionel Messi - Bola.netPertandingan antara Timnas Argentina dan Timnas Australia di babak 16 besar Piala Dunia 2022 menandai sebuah milestone istimewa buat Lionel Messi. Pertandingan itu menjadi pertandingan ke-1000 sepanjang karier profesionalnya.
Weiterlesen »

Bulog Bakal Impor Kedelai 300 Ribu Ton, Ini Kata MendagBulog Bakal Impor Kedelai 300 Ribu Ton, Ini Kata MendagPemerintah melalui Bulog akan mengimpor 300.000 ton kedelai dan akan dijual dengan harga sekitar Rp11.000 per kilogram.
Weiterlesen »



Render Time: 2025-04-06 07:29:01