Indonesia buka suara terkait dampak dari pengetatan atau normalisasi moneter yang dilakukan oleh bank sentral di sejumlah negara.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan pengetatan kebijakan moneter global melalui likuiditas hingga menaikan suku bunga acuan secara agresif telah berdampak terhadap aliran modal asing keluar dari negara berkembang.Oleh karena itu, kondisi yang terjadi saat ini, kata Sri Mulyani harus terus diwaspadai oleh negara-negara berkembang lainnya, karena juga akan berdampak terhadap pelemahan nilai tukar masing-masing negara.
Ditambah dunia yang belum pulih dari pandemi Covid-19, yang juga telah berimbas terhadap terbatasnya ruang fiskal berbagai negara. Melonjaknya utang pun tak bisa terhindarkan, termasuk di negara maju.
Deutschland Neuesten Nachrichten, Deutschland Schlagzeilen
Similar News:Sie können auch ähnliche Nachrichten wie diese lesen, die wir aus anderen Nachrichtenquellen gesammelt haben.
Bank Indonesia Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga AcuanBank Indonesia (BI) kembali memberikan sinyal siap menaikkan suku bunga acuan apabila tanda-tanda inflasi inti sudah naik lebih tinggi lagi.
Weiterlesen »
Suku Bunga Tinggi, OJK Waspadai |em|Cost of Fund|/em| Bank Digital |Republika OnlineBank-bank digital telah mengobral suku bunganya.
Weiterlesen »
Ekonom: Rupiah Melemah, Saatnya BI Naikkan Suku Bunga 50 BpsEkonom: Rupiah Melemah, Saatnya BI Naikkan Suku Bunga 50 Bps
Weiterlesen »
Urgensi Suku Bunga Bertahan BIDorongan untuk menaikkan suku bunga BI saat ini belum memiliki justifikasi rasional, justifikasi konstektual, dan justifikasi teoretik. Untuk menaikkan suku bunga acuan, harus dipastikan sinyal inflasi benar-benar jelas. Opini AdadiKompas
Weiterlesen »
Inflasi AS Gila-gilaan, The Fed Bertempur dengan Naikkan Suku BungaBostic telah menjadi salah satu dari pejabat bank sentral dalam beberapa pekan terakhir yang menandakan dukungan untuk kenaikan suku bunga. inflasi di AS parah.
Weiterlesen »