Taliban melakukan hukuman cambuk kepada 14 warga Afghanistan di sebuah stadion sepak bola.
Hukuman tersebut dilakukan Rabu di sebuah stadion sepak bola di sebelah timur Afghanistan, dan menjadi tontonan umum.
“14 orang termasuk tiga perempuan dihukum cambuk di hadapan ulama, otoritas dan masyarakat, karena dosa termasuk perselingkuhan, pencurian, dan berbagai tindakan korupsi lainnya di stadion sepak bola di Logar,” bunyi pernyataan Mahkamah Agung Taliban di Twitter dikutip dari Duetsche Welle. Kantor Gubernur Logar mengungkapkan telah mengundang ulama terhormat, muhajidin, tetua, pemimpin suku dan warga lokal ke stadion Pul Alam.
Deutschland Neuesten Nachrichten, Deutschland Schlagzeilen
Similar News:Sie können auch ähnliche Nachrichten wie diese lesen, die wir aus anderen Nachrichtenquellen gesammelt haben.
Taliban Hukum Cambuk 19 Warga Afghanistan, 9 di Antaranya Wanita'Setelah pertimbangan dan penyelidikan syariah yang ketat, masing-masing dijatuhi hukuman 39 cambukan,' kata Mahkamah Agung Taliban. TempoDunia
Weiterlesen »
Taliban Lakukan Hukuman Cambuk Pertama Sejak Tegakkan Hukum Syariat Islam |Republika OnlineTiga wanita dan 11 pria di Afghanistan dilaporkan dikenai hukuman cambuk
Weiterlesen »
Praktisi Hukum: Penegak Hukum Bisa Jerat Bjorka dengan Pasal BerlapisJika penegak hukum ingin menjalankan hukum, harusnya mereka bisa menjerat Bjorka dan peretas lainnya dengan produk hukum yang ada.
Weiterlesen »
Kesaksian Makin Membuktikan, Pakar Hukum: Hakim Masih Gali Cara Sambo Rencanakan PembunuhanSaksi Danu menyadari ada yang janggal soal kejadian tembak-menembak. Apakah ini artinya membuka peluang hakim bisa segera...
Weiterlesen »
Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J Berharap Sidang Tetap Disiarkan secara LangsungPihak kuasa hukum Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, berharap agar sidang kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Yosua tetap disiarkan live.
Weiterlesen »
Runtuhnya Pilar-pilar Negara HukumBegitu ada hakim yang dicopot karena putusannya tidak disukai, sesungguhnya pilar negara hukum runtuh. AnalisisPolitik AdadiKompas
Weiterlesen »