Afghanistan merupakan produsen opium terbesar di dunia.
REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Pemerintah Taliban mengatakan akan melarang penanaman narkotik di Afghanistan. Negara itu merupakan produsen opium terbesar di dunia.
Baca Juga "Bagi siapa pun yang melanggar dekrit, tanamannya akan segera dihancurkan dan pelanggarnya akan diperlakukan sesuai dengan hukum Syariah," kata perintah yang diumumkan dalam konferensi pers Kementerian Dalam Negeri di Kabul. Agar sanksi-sanksi terhadap Taliban yang sangat menghancurkan perekonomian Afghanistan dicabut. Sanksi-sanksi merusak sektor perbankan, bisnis dan pembangunan di negara itu.
Para petani dan anggota Taliban mengatakan beberapa bulan terakhir produksi opium Afghanistan meningkat tajam. PBB memperkirakan industri opium negara itu mencapai 1,4 miliar dolar AS pada tahun 2017 lalu.
Deutschland Neuesten Nachrichten, Deutschland Schlagzeilen
Similar News:Sie können auch ähnliche Nachrichten wie diese lesen, die wir aus anderen Nachrichtenquellen gesammelt haben.
Budi Daya Opium Dilarang di AfghanistanPemerintah Taliban pada Minggu waktu setempat, melarang budi daya narkotika di Afghanistan, produsen opium terbesar di dunia.
Weiterlesen »
Taliban larang budi daya opium di AfghanistanPemerintah Taliban pada Minggu melarang budi daya narkotika di Afghanistan, produsen opium terbesar di dunia.\r\n\r\n"Sesuai dekrit yang dikeluarkan pemimpin ...
Weiterlesen »
DMI Resmi Memecat Arief Rosyid |Republika OnlineSK Pemecatan diantar langsung Sekjen DMI ke kediaman Ketua Umum Jusuf Kalla.
Weiterlesen »
HIMATK Universitas BSI Langsungkan Pelantikan & Sertijab Secara Online |Republika OnlineHIMATK Universitas BSI melangsungkan pelantikan pengurus dan sertijab
Weiterlesen »
Jelang Puasa, Penumpang Terminal Cicaheum Diprediksi Naik 15 Persen |Republika OnlinePengelola Terminal Cicaheum sebut puncak lonjakan penumpang bus hari ini
Weiterlesen »