Seorang wanita berinisial EA meninggal dunia setelah diminta menenggak obat aborsi. EA merupakan wanita selingkuhan seorang pria di Bengkulu berinisial AN.
Peristiwa bermula saat AN takut hubungan gelapnya dengan EA ketahuan istri sah. AN nekat meminta selingkuhannya itu untuk menggugurkan kandungannya yang telah berumur 11 minggu. Namun bukan kandungan yang gugur, justru korban yang meninggal dunia.Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Doni Juniansyah mengatakan AN mengajak korban aborsi karena yang bersangkutan telah mempunyai anak dan istri. AN khawatir perkawinannya hancur.
Karena kandungan EA sudah berusia belasan bulan, AN panik dan meminta bantuan RY yang merupakan sopir ambulance Puskesmas di Kepahiang. RY memberikan obat dengan resep dokter palsu yang didapat dari seorang pejabat di rumah sakit umum daerah Kepahiang berinisial DE.