Kurs Dolar Australia jeblok melawan rupiah awal pekan kemarin dan berlanjut pada perdagangan Selasa (12/7/2022) pagi
Melansir data Refinitiv, dolar Australia pagi ini turun 0,25% ke Rp 10.049/AU$ di pasar spot, sementara kemarin ambrol 1,9%.membuat dolar Australia terpukul. China merupakan pasar ekspor utama Australia, sehingga kebijakan tersebut bisa berdampak pada penurunan permintaan.Beberapa kota di China melakukan pembatasan karena lonjakan kasus virus Corona .
Australia menjadi salah satu negara yang diperkirakan akan mengalami resesi akibat tingginya inflasi, serta kebijakan bank sentralnya yang agresif menaikkan suku bunga. Dengan demikian, RBA sudah menaikkan suku bunga 3 bulan beruntun, dan berada di titik tertinggi sejak Mei 2019, atau sebelum pandemi penyakit akibat virus corona .
Deutschland Neuesten Nachrichten, Deutschland Schlagzeilen
Similar News:Sie können auch ähnliche Nachrichten wie diese lesen, die wir aus anderen Nachrichtenquellen gesammelt haben.
Dolar AS Kian Ganas, Investor Emas Jadi CemasHarga emas terkoreksi pekan ini.
Weiterlesen »
Dolar AS Hampir Rp 15.000, Ini Imbasnya ke Kehidupan KamuNilai dolar Amerika Serikat (AS) masih dekat dengan level Rp 15.000. Kondisi ini tanpa disadari akan memberikan dampak terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat
Weiterlesen »
Beli Elektronik & Kendaraan Bakal Lebih Mahal Gara-gara Dolar AS Rp 15.000Posisi rupiah terhadap dolar AS tertekan dalam beberapa waktu terakhir. Setelah sempat tembus Rp 15.000, hari ini posisinya di level Rp 14.952.
Weiterlesen »
Dolar AS Nyaris Rp 15 Ribu, Harga Rumah Bakal Naik-Perusahaan PHK KaryawanNilai dolar Amerika Serikat (AS) makin mendekati level Rp 15 ribu. Kondisi ini akan memberikan dampak terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat
Weiterlesen »
Siap-siap, Harga Elektronik-Kendaraan Bakal Naik Jika Dolar AS Rp 15 RibuPosisi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin tertekan. Dampaknya, harga barang elektronik akan melonjak.
Weiterlesen »
Ini Ngerinya Dampak Dolar AS Tembus Rp 15.000 ke Hidup KamuDirector Political Economy & Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan mengatakan penguatan dolar AS akan berdampak ke semua harga barang impor.
Weiterlesen »