Studi terbaru oleh peneliti di Malaysia pada peserta berusia 50 tahun ke atas, menemukan ivermectin tak mengurangi perkembangan risiko penyakit parah.
Para ahli medis telah menghabiskan sebagian besar waktu dari setidaknya tiga tahun untuk mengembangkan strategi ilmiah mengatasi virus SARS-CoV-2, yang menjadi penyebab infeksi Covid-19.
Dari berbagai penelitian terkait Covid-19 yang dilakukan, terdapat beberapa laporan mengenai terapi potensial yang mampu melindungi terhadap Covid-19, termasukMeskipun beberapa studi telah menunjukkan ivermectin tidak berpengaruh signifikan pada gejala atau tingkat rawat inap untuk orang dengan Covid-19, pengobatan ini pernah tetap diresepkan oleh beberapa dokter yang meyakininya, untuk para pasien yang terpapar corona.
Deutschland Neuesten Nachrichten, Deutschland Schlagzeilen
Similar News:Sie können auch ähnliche Nachrichten wie diese lesen, die wir aus anderen Nachrichtenquellen gesammelt haben.
Diet Vegetarian Mengurangi 14 Persen Risiko Kanker Menurut StudiSelain mengurangi risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular, penelitian mengungkap manfaat lain pola makan vegetarian.
Weiterlesen »
Maaf Bukan Menakuti, WHO Warning soal EndemiBadan Kesehatan Dunia (WHO) kembali mengingatkan dunia untuk berhati-hati dengan Covid-19.
Weiterlesen »
China Lakukan Serangkaian Upaya, Akibat Kasus Covid-19 Semakin Tinggi - Pikiran-Rakyat.comUsaha China untuk menghentikan kasus Covid-19, kini angka pasien kembali meningkat berdasarkan alat deteksi antigen.
Weiterlesen »
Tumbuhan Ini Disebut Peneliti Berpotensi Jadi Obat Covid-19 |Republika OnlinePeneliti temukan tumbuhan yang bantu redakan gejala infeksi virus Covid-19.
Weiterlesen »
Ilmuwan konfirmasi keberadaan varian DeltacronPara ilmuwan telah mengkonfirmasi keberadaan varian COVID-19 baru yang menggabungkan mutasi dari varian Omicron dan Delta untuk pertama kalinya, dengan kasus ...
Weiterlesen »