Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perusahaan pinjaman online lebih ketat dalam memberikan pinjaman.
Imbauan ini dikeluarkan setelah adanya kasus penipuan yang menjerat ratusan mahasiswa Institut Pertanian Bogor pada utangModus penipu yang menjerat mahasiswa IPB itu mengajak ratusan mahasiswa melakukan pinjaman online kemudian uangnya digunakan untuk membeli barang fiktif di toko online yang juga terafiliasi dengan penipu tersebut.
Perusahaan pinjol juga harus berhati-hati bila melihat fenomena peminjaman yang tidak normal. Misalnya, peminjaman dalam jumlah besar dengan profil peminjam yang sama di suatu daerah. Sebelumnya, Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing sudah pernah menjelaskan modus operandi pada kasus penipuan yang mengakibatkan ratusan mahasiswa IPB terjerat pinjol. Kasus ini berkedok kerja sama toko online dengan penjualan barang fiktif.
Deutschland Neuesten Nachrichten, Deutschland Schlagzeilen
Similar News:Sie können auch ähnliche Nachrichten wie diese lesen, die wir aus anderen Nachrichtenquellen gesammelt haben.
Waspada! 13 Asuransi Ini Sedang Dipelototi OJKAda 13 asuransi yang kini sedang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Weiterlesen »
OJK Ungkap 2 Ancaman Mengerikan Ini Tahun DepanOtoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali bicara terkait ancaman resesi global yang akan terjadi pada 2023 mendatang.
Weiterlesen »
Mahasiswa IPB Terlilit Pinjol, OJK: Anggap Jadi PelajaranOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menganggap kasus mahasiswa IPB terjerat pinjol sebagai pelajaran dan catatan penting
Weiterlesen »
Lembaga Jasa Keuangan Tidak Melanggar Prinsip Perlindungan KonsumenOJK meminta perusahaan jasa keuangan meningkatkan sistem deteksi dini pengenalan calon nasabah untuk mencegah kasus penipuan. Ekonomi AdadiKompas
Weiterlesen »
Bukan Lembaga Keuangan, Pengawasan KSP Sebaiknya Dilakukan Otoritas Khusus |Republika OnlineMasih ada persepsi bahwa koperasi adalah entitas ekonomi ketinggalan zaman.
Weiterlesen »
OJK: Celah Inklusi dan Literasi Keuangan Masih TinggiKetua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar menegaskan, indeks literasi keuangan nasional masih memiliki gap yang cukup besar.
Weiterlesen »