Investor Asing Tarik Dananya dari Indonesia Rp 30,074 Triliun |Republika Online

Deutschland Nachrichten Nachrichten

Investor Asing Tarik Dananya dari Indonesia Rp 30,074 Triliun |Republika Online
Deutschland Neuesten Nachrichten,Deutschland Schlagzeilen
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 71 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 32%
  • Publisher: 63%

BI mencatat aliran modal asing keluar dari pasar keuangan RI terjadi awal kuartal III

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia mencatat aliran modal asing keluar bersih dari pasar keuangan domestik mencapai 2 miliar dolar AS atau setara Rp 30,074 triliun memasuki kuartal III-2022 hingga 19 Juli 2022, yang sejalan dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi. Padahal sebelumnya investasi portofolio pada kuartal II-2022 telah mencatat aliran modal asing masuk bersih sebesar 200 juta dolar AS.

"Ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi dan mengakibatkan terbatasnya aliran modal asing serta menekan nilai tukar di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis . Baca Juga Ia menyebutkan nilai tukar rupiah pada 20 Juli 2022 terdepresiasi 0,60 persen dibandingkan akhir Juni 2022, namun dengan volatilitas yang terjaga.Depresiasi tersebut sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global akibat pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif di berbagai negara untuk merespons peningkatan tekanan inflasi dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global, di tengah persepsi terhadap prospek perekonomian Indonesia yang tetap positif.

Dengan perkembangan ini, mata uang Garuda sampai dengan 20 Juli 2022 terdepresiasi 4,9 persen dibandingkan dengan level akhir 2021.Namun Gubernur BI PerryWarjiyo menjelaskan kondisi kurs rupiah tersebut relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, seperti Malaysia yang menurun 6,41 persen, India 7,07 persen, dan Thailand 8,88 persen.

"Ke depan, BI terus mencermati perkembangan pasokan valas dan memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan bekerjanya mekanisme pasar dan nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian inflasi dan stabilitas makroekonomi," tegas Perry Warjiyo.

Wir haben diese Nachrichten zusammengefasst, damit Sie sie schnell lesen können. Wenn Sie sich für die Nachrichten interessieren, können Sie den vollständigen Text hier lesen. Weiterlesen:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Deutschland Neuesten Nachrichten, Deutschland Schlagzeilen

Similar News:Sie können auch ähnliche Nachrichten wie diese lesen, die wir aus anderen Nachrichtenquellen gesammelt haben.

Dampak Inflasi Global, BI: Pertumbuhan Ekonomi RI Bias ke BawahDampak Inflasi Global, BI: Pertumbuhan Ekonomi RI Bias ke BawahGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi bias ke bawah. Ini penjelasannya.
Weiterlesen »

Jelang Pengumuman Bunga Acuan BI, Harga Obligasi RI TertekanJelang Pengumuman Bunga Acuan BI, Harga Obligasi RI TertekanHarga mayoritas obligasi pemerintah RI kembali ditutup melemah jelang pengumuman hasil rapat kebijakan moneter terbaru Bank Indonesia (BI).
Weiterlesen »

BI Pertahankan Suku Bunga, Analis Proyeksi BI7DRR Mulai Naik Kuartal III/2022BI Pertahankan Suku Bunga, Analis Proyeksi BI7DRR Mulai Naik Kuartal III/2022Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG) 20—21 Juli 2022 menetapkan BI7DRR dipertahankan di level 3,5 persen.
Weiterlesen »

BI akan Umumkan Bunga Acuan, Investor Maunya Apa?BI akan Umumkan Bunga Acuan, Investor Maunya Apa?Maka perusahaan atau pelaku usaha dapat melaksanakan rencana ekspansi bisnis yang berpengaruh pada pertumbuan kredit perbankan.
Weiterlesen »

Menteri Bahlil Ungkap 30 Perusahaan Asing Akan Pindahkan Pabrik ke RI, Nilai Investasi Rp140 TMenteri Bahlil Ungkap 30 Perusahaan Asing Akan Pindahkan Pabrik ke RI, Nilai Investasi Rp140 TBahlil Lahadalia sebut 30 perusahaan akan pindahkan pabriknya ke Indonesia, dengan nilai investasi hampir Rp140 triliun.
Weiterlesen »



Render Time: 2025-03-27 03:43:49