Marak Kasus Terorisme di Sukoharjo, Pakar Hukum UMS Kritisi Langkah Densus 88

Deutschland Nachrichten Nachrichten

Marak Kasus Terorisme di Sukoharjo, Pakar Hukum UMS Kritisi Langkah Densus 88
Deutschland Neuesten Nachrichten,Deutschland Schlagzeilen
  • 📰 soloposdotcom
  • ⏱ Reading Time:
  • 65 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 29%
  • Publisher: 51%

Pakar ahli guru besar Prodi Ilmu Hukum UMS) Absori mengkritisi insiden penangkapan terduga teroris oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri di Sukoharjo, Kamis (1/12/2022), yang sempat membuat kegaduhan.

). “Ini yang lebih tahu sebetulnya misinya BNPT, tapi mengapa yang menangani Densus 88? Densus 88 dibentuk ketika bom Bali. Ini juga misterius, Bom Bali itu sebabnya apa? Skenario intelegen, atau memang pelaku-pelaku seperti Amrozi, dan sebagainya itu?” lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap empat terduga teroris di Kabupaten Sukoharjo. Keempatnya ditangkap di empat lokasi yang berbeda, Kamis . Mereka menggeledah rumah terduga teroris berinisial Mgn, 43 asal Dukuh Ngadijoyo, Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, dengan barang bukti berupa motor, BPP, STNK, laptop rusak, HP, buku, dan lembar fotokopi buku. Absori menjelaskan, penyebab terbesar dari maraknya kasus terorisme secara global karena adanya ketidakadilan dalam tatanan dunia sekarang.“Penyebab umum bukan kemiskinan, sebenarnya mereka merasakan ketidakadilan dalam tata dunia sekarang,” lanjutnya.

“Setelah Soviet runtuh, alasan kaum kapitalis menyerang Islam karena benturan peradaban. Secara alamiah, kekuatan kapitalisme akan ditentang oleh kekuatan komunalisme. Karena kapitalisme individual, komunalisme kebersamaan dengan rakyat,” lanjutnya.Sesuai dengan teori Samuel Huntington, setelah Uni Soviet jatuh, kapitalisme mencari lawan lain dan menyasar umat Islam dengan paham komunalisme yang sama.

“Keterlibatan dalam kasus terorisme itu apakah memang sengaja diberlakukan Amerika supaya itu menjadi pemantik bahwa sekarang terorisme itu marak, tidak hanya di Afganistan namun juga di negara lain termasuk Indonesia,” lanjutnya.

Wir haben diese Nachrichten zusammengefasst, damit Sie sie schnell lesen können. Wenn Sie sich für die Nachrichten interessieren, können Sie den vollständigen Text hier lesen. Weiterlesen:

soloposdotcom /  🏆 33. in İD

Deutschland Neuesten Nachrichten, Deutschland Schlagzeilen

Similar News:Sie können auch ähnliche Nachrichten wie diese lesen, die wir aus anderen Nachrichtenquellen gesammelt haben.

Pakar Hukum Sebut KUHP yang Baru Disahkan Gagal |Republika OnlinePakar Hukum Sebut KUHP yang Baru Disahkan Gagal |Republika OnlinePakar hukum mengatakan KUHP yang baru disahkan gagal hilangkan karakter kolonial.
Weiterlesen »

Besok Putri Candrawathi Berikan Kesaksian, Pakar Hukum: Hakim Tak akan Hanya Mengacu pada BAPBesok Putri Candrawathi Berikan Kesaksian, Pakar Hukum: Hakim Tak akan Hanya Mengacu pada BAPTerdakwa Putri Candrawathi akan bersaksi di persidangan pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Richard Eliezer atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf.
Weiterlesen »

Pakar Hukum Sebut Lie Detector Tidak Bisa Jadi Alat Bukti dalam Persidangan, Ini AlasannyaPakar Hukum Sebut Lie Detector Tidak Bisa Jadi Alat Bukti dalam Persidangan, Ini AlasannyaPakar hukum pidana Hery Firmansyah menilai alat pendeteksi kebohongan (lie detector) atau poligraf tidak bisa berdiri sendiri sebagai satu alat bukti.
Weiterlesen »

Putri Candrawathi akan Ungkap Soal Pelecehan Seksual, Pakar Hukum: Sulit Dibuktikan di PersidanganPutri Candrawathi akan Ungkap Soal Pelecehan Seksual, Pakar Hukum: Sulit Dibuktikan di PersidanganTerdakwa Putri Candrawathi akan jadi saksi bagi terdakwa lain dalam kasus pembunuhan Yosua.
Weiterlesen »

Masuki Tahap Akhir Rekrutmen PPK KPU Sukoharjo, 181 Peserta Ikuti Tes WawancaraMasuki Tahap Akhir Rekrutmen PPK KPU Sukoharjo, 181 Peserta Ikuti Tes WawancaraDivisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Sukoharjo, Suci Handayani, mengatakan tahap akhir proses rekrutmen adalah wawancara.
Weiterlesen »

Kapolres Sukoharjo Wanti-Wanti Penggunaan Medsos di Talk Show Ponpes Az ZayadiyKapolres Sukoharjo Wanti-Wanti Penggunaan Medsos di Talk Show Ponpes Az ZayadiyDihadapan santriwan-santriwati pondok pesantren yang dibina oleh KH. Abdul Karim (Gus Karim) tersebut, AKBP Wahyu menyebut media sosial merupakan pedang bermata dua.
Weiterlesen »



Render Time: 2025-04-06 20:19:50