Pelaku industri sawit, mulai dari petani, perusahaan perkebunan, hingga pabrik sawit, saat ini sedang mengalami cobaan yang cukup berat. Masa depan industri sawit amat bergantung pada akurasi dan kredibilitas kebijakan. Opini AdadiKompas
Industri kelapa sawit Indonesia mengalami episode drama mencekam yang mungkin tak pernah diperkirakan. Fluktuasi harga sangat tinggi dan nyaris liar, baik untuk tandan buah segar di hulu maupun minyak sawit mentah dan produk turunannya di hilir.
Perhatian para pemangku kepentingan industri sawit banyak tertuju pada ”gangguan” eksternal, terutama tindakan diskriminatif Uni Eropa yang merugikan minyak sawit mentah Indonesia. Indonesia mendaftarkan gugatan hukum kebijakan II UE ke Badan Penyelesaian Sengketa di Organisasi Perdagangan Dunia .
Deutschland Neuesten Nachrichten, Deutschland Schlagzeilen
Similar News:Sie können auch ähnliche Nachrichten wie diese lesen, die wir aus anderen Nachrichtenquellen gesammelt haben.
BNNP Kepri Gerebek Home Industri Narkotika Jenis Sabu, Satu Orang Pelaku Merupakan Mantan Polisi MalaysiaBNNP Kepri menggerebek Home Industri Narkotika jenis sabu di satu di antara rumah mewah, Cluster Nirwana,
Weiterlesen »
DK OJK Dilantik Hari Ini, Pelaku Industri Asuransi Berharap Ada Perubahan RegulasiMahendra Siregar akan mengemban tugas sebagai Ketua DK OJK menggantikan Wimboh Santoso yang masa jabatannya tak lama lagi berakhir.
Weiterlesen »
Dubes Ukraina Bertemu Menhan Prabowo, Bahas Kerja Sama di Masa DepanMenteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Ukraina untuk Republik Indonesia,...
Weiterlesen »
Mahasiswa Sambut Tantangan Erick Thohir Isi Peluang Masa DepanMahasiswa Sambut Tantangan Erick Thohir Isi Peluang Masa Depan: Menteri BUMN, Erick Thohir, mengajak mahasiswa untuk mengisi untuk mengisi peluang-peluang yang ada untuk menghadapi tantangan masa depan
Weiterlesen »
Erick Minta Perguruan Tinggi Siapkan Pengembangan Pendidikan Sesuai Kebutuhan Masa Depan |Republika OnlineDi tahun 2024, Indonesia memerlukan 17 juta tenaga kerja yang melek teknologi
Weiterlesen »