Pemprov Batal Bantu Pemkot Depok, PDIP Minta SDN Pocin 1 Dipulihkan

Deutschland Nachrichten Nachrichten

Pemprov Batal Bantu Pemkot Depok, PDIP Minta SDN Pocin 1 Dipulihkan
Deutschland Neuesten Nachrichten,Deutschland Schlagzeilen
  • 📰 detikcom
  • ⏱ Reading Time:
  • 53 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 25%
  • Publisher: 51%

Pemprov Jabar menunda pencairan dana proyek Masjid Raya Depok karena lahan lokasi pembangunan harus lebih dulu menggusur SDN Pondok Cina (Pocin) 1.

"Kami bersama kuasa hukum akan menyusun tuntutan yang baru permintaan yang baru karena ada permintaan baru supaya guru-guru dikembalikan ke sini selama penundaan yang disebutkan oleh pemprov," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Depok Ikravany Hilman kepada wartawan di SDN Pocin 1, Senin .

Menurutnya, Pemkot Depok harus mengembalikan kondisi SDN Pocin 1 sebagai bukti memberi perhatian terhadap para siswa."Kenapa buat saya penting menurut saya ini sebagai tolok ukur saja, alat ukur Pemkot Depok betul-betul perhatian nggak sama anak-anak Kota Depok," kata Ikra.Walkot Depok Belum Dapat Kabar soal Bantuan Masjid, Lanjut Gusur SDN Pocin 1

Dia juga menyoroti soal rencana Pemkot Depok berdiskusi dengan orang tua murid mengenai penyelesaian polemik SDN Pocin 1. Ikra berharap Pemkot Depok memberikan kebijakan untuk mengembalikan aktivitas SDN Pocin 1 selama penundaan berlangsung. "Akan ada negosiasi dan diskusi antara ortu siswa dengan pemkot. Mudah-mudahan pemkot mau mengembalikan sekolah ini sampai ada keputusan yang betul-betul mengikat satu sama lain," tutup Ikra.Sebelumnya diberitakan, Pemprov Jabar resmi menunda bantuan anggaran untuk rencana pembangunan Masjid Raya Depok. Anggaran itu ditunda setelah munculnya polemik atas rencana"Karena lahannya masih berdinamika, sudah saya kirim surat .

Wir haben diese Nachrichten zusammengefasst, damit Sie sie schnell lesen können. Wenn Sie sich für die Nachrichten interessieren, können Sie den vollständigen Text hier lesen. Weiterlesen:

detikcom /  🏆 29. in İD

Deutschland Neuesten Nachrichten, Deutschland Schlagzeilen

Similar News:Sie können auch ähnliche Nachrichten wie diese lesen, die wir aus anderen Nachrichtenquellen gesammelt haben.

Tolak Penggusuran, Wali Murid SDN Pocin 1 Hadang Satpol PP DepokTolak Penggusuran, Wali Murid SDN Pocin 1 Hadang Satpol PP DepokWali Murid menghadang Satpol PP yang akan menggusur sekolah, di SDN Pondok Cina (Pocin) 1, Depok. Terdapat puluhan Satpol PP berusaha memasuki sekolah tersebut.
Weiterlesen »

Komnas HAM: Pemkot Depok Jangan Paksa Gusur SDN Pocin 1, Ada Hak Dasar AnakKomnas HAM: Pemkot Depok Jangan Paksa Gusur SDN Pocin 1, Ada Hak Dasar AnakKomnas HAM mengkritik rencana Pemkot Depok menggusur SDN Pondok Cina (Pocin) 1. Komnas HAM meminta agar Pemkot Depok tidak gegabah.
Weiterlesen »

BKD Depok: Status Lokasi SDN Pocin 1 Sudah Beralih Jadi Sarana IbadahBKD Depok: Status Lokasi SDN Pocin 1 Sudah Beralih Jadi Sarana IbadahKepala Badan Keuangan Daerah Depok Wahid Suryono menyebut status SDN Pocin 1 telah diubah. Status SDN Pocin 1 dari sarana pendidikan menjadi sarana ibadah.
Weiterlesen »

Pengosongan SDN Pocin 1 Batal Hari Ini, Pemkot Depok Ajak Wali Murid DialogPengosongan SDN Pocin 1 Batal Hari Ini, Pemkot Depok Ajak Wali Murid DialogSatpol PP Depok batal mengosongkan SDN Pocin 1 karena mendapat perlawanan dari orang tua murid. Pemkot Depok berencana kembali mengajak dialog para wali murid.
Weiterlesen »

Kisruh SDN Pondok Cina 1 Depok, Pemprov Jabar Tunda Bantuan Pembangunan MasjidKisruh SDN Pondok Cina 1 Depok, Pemprov Jabar Tunda Bantuan Pembangunan MasjidCermati situasi dan dinamika sosial di SDN Pondok Cina 1, Pemprov Jawa Barat tunda proses pembangunan Masjid Margonda. TempoMetro
Weiterlesen »

Pengosongan SDN Pondok Cina 1 Ditunda, DPRD Kota Depok Soroti Nasib Anak Didik - Pikiran Rakyat DepokPengosongan SDN Pondok Cina 1 Ditunda, DPRD Kota Depok Soroti Nasib Anak Didik - Pikiran Rakyat DepokPengosongan SDN Pondok Cina 1 masih alami penundaan, pihak DPRD Kota Depok menyoroti nasib dari anak didik.
Weiterlesen »



Render Time: 2025-04-03 20:21:04