Studi: Covid-19 Dapat Menyebabkan Otak Menyusut dan Kehilangan Memori Sindonews BukanBeritaBiasa .
menyusut, mengurangi materi abu-abu di daerah yang mengontrol emosi dan memori, dan merusak area yang mengontrol indera penciuman. Temuan tersebut berdasarkan penelitian terbaru yang dilakukan oleh Universitas Oxford.
"Ada bukti kuat untuk kelainan terkait otak pada Covid-19," kata para peneliti dalam studi tersebut dilansir dari Reuters, Jumat . Penelitian dilakukan ketika varian Alpha dominan di Inggris dan tidak mungkin melibatkan siapa pun yang terinfeksi varian Delta.
Deutschland Neuesten Nachrichten, Deutschland Schlagzeilen
Similar News:Sie können auch ähnliche Nachrichten wie diese lesen, die wir aus anderen Nachrichtenquellen gesammelt haben.
Lidah Covid, Gejala Tak Umum Covid-19Lidah Covid menjadi salah satu gejala aneh dari Covid-19, lidah terlihat putih, tidak rata, serta bengkak. TempoGaya
Weiterlesen »
Penurunan Angka Kematian Akibat Covid-19 Belum Dapat DiprediksiSiti Nadia Tarmizi mengatakan penurunan angka kematian akibat Covid-19 belum dapat diprediksi. Baca selengkapnya 👇 Covid19
Weiterlesen »
Patut Diwaspadai, Studi Temukan COVID-19 Bisa Sebabkan Penyusutan Otak Hingga Kehilangan MemoriPenelitian mengenai dampak COVID-19 terus dilakukan. Salah satunya, sebuah studi dari Universitas Oxford menemukan jika COVID-19 juga berpengaruh pada otak.
Weiterlesen »
Absen Karena COVID-19, Penampilan Ji Suk Jin di 'Tteokbokki Brothers' Bikin KhawatirPenampilan Ji Suk Jin saat melakukan panggilan video dengan Kim Jong Min dan Lee Yi Kyung di 'Tteokbokki Brothers' sukses bikin khawatir. Simak potretnya berikut ini.
Weiterlesen »
Bertambah 3.872 Kasus, Total Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Capai 1,2 JutaKasus harian Covid-19 di Jakarta pada Rabu (9/3/2022) tercatat bertambah 3.872 kasus atau total kasus positif Covid-19 di Jakarta hingga hari ini ada 1.207.927.
Weiterlesen »
Masuk Menuju Fase Endemi Covid-19, Siapkah Indonesia?!Skema Fase Endemi Covid-19 tengah dijajaki Pemerintah Indonesia. Sejumlah syarat tengah dikejar seperti capaian vaksinasi minimal 70% dari masyakarat.
Weiterlesen »